Nun Wiqayah Dalam Ilmu Tajwid Lengkap

Pembahasan akhir dalam materi Tajwid 3 adalah pembahasan mengenai muncul nya Nun Wiqayah. Atau sebagian menyebut dengan Nun Iwadh. Apa yang dimaksud dengan Nun Wiqayah? Bagaimana cara membacanya? Dan apa contoh-contohnya?

Pengertian

Secara bahasa, kata Nun Wiqayah terdiri dari dua kata yaitu Nun dan Wiqayah. Nun berarti huruf Nun, sedangkan Wiqayah artinya menjaga. Selain nama Nun Wiqayah, populer juga dengan sebutan Nun Iwadh atau Nun Shilah. Iwadh artinya ganti atau tukar, sedangkan Shilah artinya sambung.

[Baca juga : Perbedaan Tanda Baca dalam Mushaf Indonesia dan Madinah dalam Tajwid 3]

Secara istilah Ilmu Tajwid, Nun Wiqayah adalah Nun yang muncul ketika tanwin bertemu dengan hamzah washal. Oleh karena itu, apabila ada tanwin bertemu  hamzah washal, tanwin nya berubah menjadi harakat biasa dan muncul lah nun berharakat kasrah yang dinamakan Nun Wiqayah.

Kasus atau cara baca Nun Wiqayah dalam mushaf Standar sama meskipun tanda bacanya berbeda. Dalam Mushaf Standar Indonesia, tanwin yang bertemu hamzah washal langsung diganti tanwin dan diberi nun kecil berharakat kasrah.

Sedangkan mushaf Standar Madinah, tidak diberi tanda baca nun kecil berharakat kasrah seperti halnya Mushaf Standar Indonesia. Melainkan tetap ditulis tanwin yang nantinya bertemu dengan hamzah washal. Perhatikan perbedaan nya di bawah ini :

perbedaan tanda baca nun wiqayah
Cara membaca Nun Wiqayah baik dalam Mushaf Standar Indonesia dan Madinah adalah sama. Perbedaan hanya terletak pada tanda baca (dhabth) saja. Apabila diklasifikasikan, tanda baca Mushaf Madinah adalah asalnya, sedangkan tanda baca Mushaf Indonesia adalah cara bacanya.

Asal-Usul

Dari sependek dan sedikit yang penulis baca, asal dari nama atau sebutan Nun Wiqayah dalam kitab khusus Tajwid belum penulis temukan. Kasus atau hukum Nun Wiqayah ini biasanya dimasukkan dalam bab Iltiqa` Sakinayn (bertemunya 2 sukun).

Di sebagian kitab Tajwid Indonesia ada juga yang memasukkan Nun Wiqayah ini dalam pembahasan Iltiqa Sakinayn. Ada juga yang secara ringkas, cukup menyebutkan Nun Wiqayah / Nun Iwadh / Nun Washal.

Mengapa bisa dimasukkan dalam bab Iltiqa Sakinayn? Karena pada dasarnya, tanwin adalah nun sukun. Sedangkan hamzah washal juga identik dengan huruf sukun, sehingga bertemu lah dua sukun tersebut.

Setelah dua sukun ini bertemu, maka untuk memudahkan pengucapan (takhallush) karena beratnya mengucapkan dua sukun itu, sehingga diberi harakat kasrah pada nun yang berasal dari tanwin. Itulah mengapa dimasukkan dalam pembahasan Iltiqa Sakinayn.

Nun nya sendiri tidak diberikan nama khusus dalam kitab-kitab yang mengulasnya dan memasukkan nya dalam Iltiqa Sakinayn. Alasan tidak diberikan nama atau sebutan khusus, barangkali karena hal demikian lumrah di pengucapan orang Arab.

Sedangkan untuk memudahkan para pelajar atau para pembaca al-Quran, diberikan nama khusus. Yang mungkin dengan tujuan untuk memudahkan, membedakan, dan memberikan ciri khas pada Nun tersebut maka diberilah nama.

Mengapa dinamakan Nun Wiqayah? Wiqayah artinya menjaga. Maksudnya nun ini berfungsi menjaga agar tidak terjadi pertemuan 2 sukun. Istilah Nun Wiqayah ini populer dalam Ilmu Nahwu sehingga agar tidak membingungkan, sengaja penulis tambahkan judul "Nun Wiqayah dalam Ilmu Tajwid".

Mengapa dinamakan Nun Iwadh? Iwadh artinya ganti atau tukar. Maksudnya tanwin yang bertemu hamzah washal, ditukar tanwinnya menjadi harakat biasa.

Mengapa dinamakan Nun Shilah? Shilah artinya sambung. Maksudnya Nun ini hanya muncul jika dibaca sambung atau shilah, sehingga jika tidak dibaca sambung maka tidak muncul lah nun yang berasal dari tanwin tersebut.

Cara Membaca

Cara membaca atau cara memunculkan Nun Wiqayah nya (yang disebabkan ketika tanwin bertemu hamzah washal) adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Tanwin nya diubah menjadi harakat biasa yang sama. Misal dhammatain maka menjadi dhammah, fathatain menjadi fathah, dan kasratain menjadi kasrah. Bukan dari dhammatain berubah menjadi fathah. Tanwin nya hilang, menjadi harakat biasa.

2. Menambahkan nun berharakat kasrah setelah tanwin tadi.

Itulah cara membaca atau memunculkan nun wiqayah. Lebih jelasnya, Anda dapat melihat gambar di atas mengenai perbedaan tanda baca di mushaf Madinah dan Indonesia. Asal Tanda Bacanya adalah belum terlihatnya Nun Wiqayah seperti di Mushaf Madinah, kemudian muncul lah Nun Wiqayah seperti di mushaf Indonesia.

Namun apabila ketika Anda membaca lalu berhenti di tanwin (sehingga tidak terjadi tanwin bertemu hamzah washal) maka tidak perlu dimunculkan Nun Wiqayah nya.

Contoh-Contoh

Ada banyak contoh ayat-ayat yang memunculkan Nun Wiqayah. Yang akan penulis tampilkan adalah contoh-contoh dengan standar Madinah. Perhatikan kata berwarna merah dan hat-hati dengan tanwin bertemu hamzah washal.

Silahkan baca :
1. al-Mufid Fi Ilm at-Tajwid
2. Ghayat al-Murid fi Ilm at-Tajwid

Subscribe untuk mendapat email artikel terbaru:

0 Response to "Nun Wiqayah Dalam Ilmu Tajwid Lengkap"

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca artikel ini. Bila berkenan, Anda bisa tinggalkan komentar. Semoga komentar-komentar baik Anda diberi balasan oleh Allah...