Istilah Qira`ah, Riwayat, Thariq, dan Wajh

Di era teknologi seperti sekarang ini, kita dapat dengan mudah mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Quran dari berbagai negara. Mungkin, saat mendengarkan sebuah rekaman atau video bacaan, Anda merasa bahwa bacaan tersebut berbeda dengan apa yang pernah dipelajari.

Perbedaan tersebut bisa jadi disebabkan oleh perbedaan dalam hal Qiraah, riwayat, thariq, bahkan pilihan wajh bacaan. Apa pengertian dari masing-masing istilah Qiraah, Riwayat, Thariq, danWajh bacaan? Berikut ulasannya.

Qira`at

Qiraat (قِرَاءَةٌ ) secara bahasa artinya bacaan. Secara singkat, ilmu Qiraat adalah ilmu yang membahas mengenai perbedaan bacaan al-Quran. Setidaknya ada 10 imam qiraat yang dapat digunakan. Mengapa terjadi perbedaan dan apa hikmahnya, akan dibahas di artikel berikutnya.


Mungkin Anda pernah mendengar istilah Qiraat Sab'ah. Qiraat Sab'ah adalah perbedaan bacaan yang dibawakan atau diwakili oleh 7 imam. Sedangkan untuk 10 imam bacaan sendiri, disebut dengan Qiraat 'Asyr.



Siapa saja ketujuh dan kesepuluh imam qiraat? Beliau adalah Nafi', Ibn Katsir, Abu Amr, Ibn Amir, Ashim, Hamzah, dan al-Kisa`i. Sedangkan imam Qiraat Asyr adalah ketujuh imam Qiraat Sab'ah ditambah Abu Ja'far, Ya'qub, dan Khalaf.

Oleh karena itu, ketika berbicara mengenai qiraat siapa, maka dinisbahkan (disandarkan) kepada salah satu imam qiraat tersebut.Sehingga bisa diucapkan bacaan qiraat Hamzah atau bacaan qiraat Nafi.

Riwayat

Selanjutnya mengenai riwayat (رِوَايَةٌ). Secara singkat, setiap imam qiraat memliki murid-murid dan dipilih 2 orang (masyhur) sebagai imam riwayat atau biasa disebut sebagai rawi (yang meriwayatkan). Sehingga kalau ditotal dari 10 imam qiraat terdapat 20 imam rawi.

Ketika berbicara mengenai riwayat, maka dihubungkan kepada salah satu dari 2 murid masing-masing imam qiraat. Berikut nama-nama kesepuluh imam qiraat beserta rawi nya (20 rawi) secara singkat :
  1. Nafi' : Qalun dan Warsy
  2. Ibn Katsir : al-Bazzi dan Qunbul
  3. Abu Amr : ad-Duri dan as-Susi
  4. Ibn Amir : Hisyam dan Ibn Dzakwan
  5. Ashim : Syu'bah dan Hafsh
  6. Hamzah : Khalaf dan Khalad
  7. al-Kisa`i : abul Harits dan ad-Duri
  8. Abu Ja'far : Ibn Wardan dan Sulaiman
  9. Ya'qub : Ruways dan Rawh
  10. Khalaf : Ishaq dan Idris
Mengapa dari setiap imam qiraat tidak dipilih satu rawi saja melainkan dua rawi? Secara singkat, imam qiraat mengajarkan banyak qiraat dan para rawi memilih qiraat lalu secara berkesinambungan dipakai terus menerus.

Dengan kata lain, bisa jadi seorang rawi berbeda dengan rawi lainnya meskipun keduanya satu imam qiraat. Maka mengenai riwayat, cukup diucapkan riwayat Qalun. Atau bisa juga lengkap dengan imam qiraat nya menjadi riwayat Qalun dari Nafi'.

Thariq

Secara bahasa, Thariq (طَرِيْقٌ) artinya jalan. Maksud dari perbedaan Thariq adalah sesuatu (qiraat) yang dinisbahkan kepada orang yang mengambil dari rawi. Atau dengan kata lain, thariq adalah tingkatan ke-3 dari pengambilan bacaan.

Dalam satu riwayat atau rawi terdapat berbagai macam thariq. Misalnya di bacaan riwayat Hafs terdapat 2 thariq yang masyhur (populer) yaitu Syathibi dan Ubayd bin Shabah. Dan sebagaimana riwayat, tidak boleh mencapuradukkan thariq.



Untuk di Indonesia, bacaan yang populer atau yang dipakai mayoritas masyarakat adalah bacaan imam Ashim, riwayat Hafs, thariq Syathibi. Selain populer di Indonesia, thariq Syathibi juga populer di dunia.

Wajh

Tingkatan bacaan keempat adalah Wajh (وَجْهٌ ). Secara singkat, yang dimaksud dengan Wajh adalah ragam bacaan. Kadang-kadang, perbedaan dalam thariq mencakup perbedaan dalam hal wajh bacaan. Dan diusahakan konsisten dalam menggunakan pilihan wajh bacaan.

Contoh dari Wajh bacaan adalah panjang dari Mad Aridh Lissukun. Dalam hukum bacaan Mad Aridh Lissukun terdapat 3 wajh bacaan yakni Qashr (2 harakat), Tawassuth (4 harakat), dan Thul (6 harakat).

Demikian artikel singkat mengenai istilah Istilah Qira`ah, Riwayat, Thariq, dan Wajh. Semoga bermanfaat.

Subscribe untuk mendapat email artikel terbaru:

0 Response to "Istilah Qira`ah, Riwayat, Thariq, dan Wajh"

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca artikel ini. Bila berkenan, Anda bisa tinggalkan komentar. Semoga komentar-komentar baik Anda diberi balasan oleh Allah...