Idgham Mutamatsilain Lengkap

Dari beberapa macam idgham yang ada di ilmu tajwid (seperti idgham bi ghunnah, idgham syamsi, dan lainnya), bisa jadi idgham mutamasilain merupakan idgham yang mudah dipahami dan dipelajari. Mengapa dan bagaimana? Berikut pemaparan mengenai idgham mutamatsilain.

Sebagaimana yang disinggung di atas, ada beberapa macam idgham di dalam ilmu tajwid. Total sekitar 7 idgham yaitu Idgham Mutamatsilain, Idgham Mutajanisain, Idgham Mutaqaribain, Idgham Bi Ghunnah, Idgham Bila Ghunnah, Idgham Mimi, dan Idgham Syamsi.

[Baca juga : 35 Contoh Idgham Mutamatsilain Lengkap Surat dan Ayat]

Sebelum membahas Idgham Mutamatsilain, perlu diketahui bahwa dalam beberapa buku lain, pembahasan ini dimasukkan dalam bab Mutamatsil (cara baca 2 huruf yang sama) yang bercabang menjadi 3 hukum.

Namun, pembahasan demikian akan dimuat dalam artikel berikutnya. Dan dalam artikel ini akan menguraikan pembahasan mengenai Idgham Mutamatsilain sebagaimana umumnya.


Pengertian

Idgham Mutamatsilain tersusun dari dua kata yakni idgham dan mutamatsilain. Idgham berarti memasukkan, sedangkan mutamatsilain bermakna dua huruf yang sama. Di beberapa kitab lain, ada yang memberi nama lain, misalnya idgham mutamatsil atau idgham mitslain, yang artinya tak jauh beda.

Pengertian idgham mutamatsilain tak jauh dari arti setiap kata nya, yaitu memasukkan dua huruf (huruf pertama dimasukkan ke huruf kedua) yang sama (baik makhraj maupun sifatnya) dengan syarat huruf pertama (berharakat) mati/sukun dan huruf kedua hidup.

Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa Idgham Mutamatsilain dapat terjadi jika kedua hurufnya sama dan huruf pertama sukun lalu huruf kedua hidup. Misalnya huruf ba (ب) ketemu ba (ب), ta (ت) ketemu ta (ت), dal (د) ketemu dal (د), dan seterusnya. Cukup mudah, bukan?!

Contoh

Terdapat beberapa contoh yang dapat kita temukan dan perhatikan. Misalnya beberapa contoh berikut ini lengkap beserta surat dan ayatnya :

1. Huruf  ba (ب) ketemu ba (ب) dalam QS Al-Baqarah [02] ayat 60.
فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاك
2. Huruf ta (ت) ketemu ta (ت) dalam QS Al-Baqarah [02] ayat 16
فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُم
3. Huruf dal (د) ketemu dal (د) dalam QS Al-Maidah [05] ayat 61
وَقَدْ دَخَلُوا
4. Huruf kaf (ك) bertemu kaf (ك) dalam QS An-Nisa [04] ayat 78
يُدْرِكْكُمُ
5. Huruf ha (ه) bertemu ha (ه) dalam QS An-Nahl [16] ayat 76
يُوَجِّهْهُ

[Baca juga : 35 Contoh Idgham Mutamatsilain Lengkap Surat dan Ayat]

Pengecualian

Dapat disimpulkan bahwa Idgham Mutamatsilain menghendaki syarat adanya 2 huruf yang sama dan huruf pertama mati sedangkan huruf kedua hidup sehingga cara membacanya memasukkan huruf pertama ke dalam huruf kedua seolah-olah huruf tersebut bertasydid.


Namun, diantara sekian huruf hijaiyah, ada huruf yang dikecualikan atau huruf yang diberi syarat tambahan. Huruf tersebut adalah huruf wawu (و) dan ya (ي). Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 1 : Huruf wawu (و) bertemu wawu (و) dalam QS Al-Kahfi [18] ayat 107
آمَنُوْا وَعَمِلُوْا
Contoh 2 : Huruf ya (ي) bertemu ya (ي) dalam QS As-Sajdah [32] ayat 5
فِيْ يَوْمٍ

Dalam dua contoh di atas, meskipun sudah memenuhi syarat Idgham Mutamatsilain namun kedua contoh tersebut tidak bisa dibaca sebagaimana Idgham Mutamatsilain. Melainkan harus dibaca tetap atau jelas. 

Menurut Jamii'ul Qurra (Para Ulama Qiraat), kasus di atas harus dibaca tetap atau jelas dengan alasan agar bacaan Mad tidak hilang. Andaikan di-idgham-kan, maka bacaan Mad akan hilang. Maka dari itu, syarat tambahan bagi huruf wawu (و) dan ya (ي) adalah ia bukan merupakan huruf mad.

Atau apabila sebelum huruf wawu (و) dan ya (ي) terdapat huruf berharakat fathah maka dapat di-idgham-kan. Contohnya sebagai berikut yang tertara dalam QS Al-Maidah [05] ayat 93:
ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا

Pengecualian Tambahan

Selain huruf wawu (و) dan ya (ي) yang memiliki syarat tambahan agar bisa menjadi Idgham Mutamatsilain, ada satu kasus yang juga dimasukkan dalam bab pengecualian. Kasus pengecualian tambahan ini terjadi dalam QS Al-Haqqah (69) ayat 28-29.

مَالِيَهْ (-) هَلَكَ
Dapat dilihat pada ayat di atas bahwa harusnya terjadi Idgham Mutamatsilain karena huruf  ha (ه) bertemu ha (ه). Namun, sebagian mengecualikan karena huruf ha (ه)  di sini adalah saktah. Oleh karena itu, tidak bisa di-idgham-kan.


Namun, dalam riwayat bacaan Hafs sendiri, mengenai QS Al-Haqqah ayat 28-29 itu terdapat dua cara bacaan yaitu bisa di-Idgham-kan dan juga bisa tidak di-Idgham-kan (dibaca jelas atau saktah). Namun yang lebih kuat adalah pendapat kedua.

Demikian pembahasan mengenai Idgham Mutamatsilain dengan pengertian, contoh, dan beberapa pengecualiannya. Silahkan berkomentar atau memberikan saran. Semoga bermanfaat. Waallahu a'lam bi showab.

[Baca juga : 35 Contoh Idgham Mutamatsilain Lengkap Surat dan Ayat]

Sumber :
- Al-Burhan fi Tajwid al-Quran
- Al-Mufid fi Ilm at-Tajwid
- Ghayatul Murid fi Ilm at-Tajwid

Subscribe untuk mendapat email artikel terbaru:

0 Response to "Idgham Mutamatsilain Lengkap"

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca artikel ini. Bila berkenan, Anda bisa tinggalkan komentar. Semoga komentar-komentar baik Anda diberi balasan oleh Allah...